Beranikah Menggunakan Versi Bajakan Software Ini??

Diantara negara-negara di Asia, tingkat pembajakan piranti lunak (software) di Indonesia masih lebih tinggi. Menurut International Data Corporation (IDC), Indonesia di posisi atas bersama Cina dan Vietnam, dengan belanja teknologi informasi (TI) mencapai US$ 3 miliar pada 2007 atau tumbuh 20 persen per tahun. Sementara Malaysia dan Taiwan berada di kategori menengah, dan Singapura dan Jepang di kategori rendah (sumber).

Sebenarnya ada sebuah cara untuk menanggulangi banyaknya pembajakan software, salah satunya dengan cara seperti ini:😀

EULA

EULA

Jadi para developer yang gak ingin software nya di bajak, boleh juga mencantumkan perjanjian lisensi / eula seperti diatas.

Dilarang keras menggandakan / mengcopy / menyebarkan/ membajak Software ini dalam bentuk apapun tanpa seijin pembuat software. Bagi yang sengajak membajak software ini tanpa ijin, kami sumpahi sial 1000 turunan, miskin sampai 500 turunan bla bla bla😀

Masih Berani Make Bajakan…!!!😀

Sumber: kaskus.us

15 Responses to “Beranikah Menggunakan Versi Bajakan Software Ini??”

  1. rohmat3w Says:

    Sebenere gan yang ana tahu orang-orang yang mengunakan sofware bajakan tidak menyadari kalo software tersebut berbayar. Mereka kira semua software itu gratis dan boleh copas. Yahhh, adapun banyak orang yang tahu tapi tetep aja mbajak. Tidak ada pilihan selain mbajak. Sebenernya khan ada pilihan menggunakan Open Source, tapi sebagaian mereka malas untuk belajar menggunakan software baru. Ada juga yang tidak tahu kalau ada pilihan Open Source.

  2. kadang-kadang Says:

    masih menggunakan perangkat lunak bajakan untuk dolanan wae, sing penting ora digunakan untuk mencari rejeki dan ilmu. :p

  3. nearie Says:

    Saya gak munafik kalau saya juga masih kadang2 menggunakan barang bajakan..da sedikit rasa ketergantungan😀

  4. sttdb Says:

    Kesalahan awal adalah dari pemerintah itu sendiri kalau mau di kaji lebih mendalam,mengapa?karena pada jenjang pendidikan paling dasar sudah dicekokin dengan sistem operasi yang berbayar(berlisensi).Dan ini membuat orang tua murid nggak sanggup beli yang lisensi terpaksa beli yang bajakan.satu lagi moto software yang berlisensi tersebut “BUATLAH ORANG KETAGIHAN SISTEM OPERASI KITA ” naah kalo di open source kyknya bukan ketagihan tapi kesusahan.
    saya jg pengguna opensource mulai redhat versi 6.tetapi masih ketagihan sistem operasi yang berlisensi😦 …. semoga indonesia bisa beropen source seluruhnya !!!

  5. kimsanada Says:

    Wah, ngeri tenan perjanjian lisensine.. Hahaha

  6. grandiyf Says:

    perjanjian lisensinya serem banget😮

  7. admin Says:

    😆

  8. gadgetboi Says:

    lmao …:mrgreen: ngeriiiii

    mending pake linux ajah

  9. ganex Says:

    hidup open source..!!!!!

  10. pipingsuters Says:

    Ngeriiii…. Wakakakakakakak

  11. herisa Says:

    hahahah,,seng edit sampean to?

  12. Ade Malsasa Akbar Says:

    Pembajakan dan open source. Dua subjek yang menarik untuk diperbincangkan. Yang atunya harus diselesaikan dan satunya (bagi saya) harus dikembangkan. Dari kita dan untuk kita.

    Salam kenal, Pak Dedi. Semoga kita bisa jadi teman ngeblog yang baik.

  13. Martin Blog Says:

    Supaya nggak dibajak ya caranya buat CD Program yang dienskripsi dan nggak bisa di Copas🙂

    • rofik Says:

      program nya di kasih enkrip ja..

      walau pun bisa di copas tapi tak bisa digunakan secara full..

  14. rofik Says:

    bener tu…..para develops jadi korban..

    tp ada software yang bs mematikan komputer secara otomatis jika software yang sudah di bumbui software tertentu…


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: