Booting Ubuntu dengan Metode file ISO yang ditanam di Harddisk

Illustrasi GRUB2

Illustrasi GRUB2

Voooilaaaa……!!!

Gara-gara pertanyaan salah seorang anggota di Milis Ubuntu Indonesia yang bertanya tentang kelebihan GRUB2  yang salah satunya fiturnya bisa Booting menggunakan file .ISO yang ditanam di Harddisk, jadi kalau mau Install Ubuntu sekarang tidak perlu repot lagi make aplikasi Unetbootin [mendingan flashdisknya buat keperluan lain] apalagi pakai CD-ROM. Capek deeh….. :-D
Lalu bagaimana caranya? Sini saya jelasin menurut pengetahuan saya, dan cara ini sukses berhasil saya coba. Senangnyaa….. :)

Hal pertama dan utama, pastikan partisi yang menyimpan file ISO yang di pakai sudah ter-mount secara otomatis. Ini bisa di lihat dari setingan /etc/fstab punya Anda. kalau masih bingung bagaimana cara memount partisi bisa di lihat disini.

Kedua, Jangan lupa juga untuk me-mount FIle ISO yang mau di pake buat booting. Karena lokasi file ISO yang saya berada di /media/linux/ubuntu/ubuntu.iso , maka perintahnya adalah sebagai berikut:

ohdediku@linuxer:~$ sudo mkdir /media/ubuntuiso
ohdediku@linuxer:~$ cd /media/linux/ubuntu/
ohdediku@linuxer:/media/linux/ubuntu$ sudo mount ubuntu.iso /media/ubuntuiso/ -t iso9660 -o loop

Lalu  tambahkan settingan fstab dengan tujuan untuk me-mount partisi dan juga file ISO:

ohdediku@linuxer:~$ sudo gedit /etc/fstab

dan tambahkan baris berikut (mohon disesuaikan dengan settingan Anda),

##Mount Partisi

/dev/sda7 /media/linux ext4 defaults 0 0

##Mount ISO

/media/linux/ubuntu/ubuntu.iso /media/ubuntuiso iso9660 loop 0 0

Langkah terakhir adalah edit  settingan GRUB2, dengan tujuan untuk memasukan parameter ISO yang akan digunakan untuk Booting. Oiya, sebelumnya atur dulu permission grub.cfg nya supaya bisa di edit :)

ohdediku@linuxer:~$ sudo chmod 777 -R /boot/grub/grub.cfg

ohdediku@linuxer:~$ sudo gedit /boot/grub/grub.cfg

dan tambahkan parameter berikut:

grub.cfg

Penambahan parameter boot iso di grub.cfg

Sesudah itu Save, dan restart ubuntu Anda. Akan ada penambahan opsi untuk booting dan selamat Anda sudah bisa menjalankan Ubuntu dari file ISO yang ditanam dihardisk, tanpa merusak CD-ROM dan Flashdisk tentunya…heheee

Bagaimana Mudah bukan? Ada pertanyaan kritik dan saran? langsung komentar disini yaa… :)

Lampiran:

- Settingan FSTAB (0.64 KB)

- Settingan GRUB2 (1.18 KB)

About these ads

31 Responses to “Booting Ubuntu dengan Metode file ISO yang ditanam di Harddisk”

  1. rian sakti Says:

    ijin nimbrung gan…
    di tunggu kunjungannya juga…:D


    ahaaa….
    ngejunk tok ik….
    mbok dikomentari gmn gituuh :D

  2. gRy Says:

    wah, nais inpoh gan…
    mau dicoba ah untuk install si lucid nanti
    thanks infonya ^_^

  3. OdyDasa Says:

    Utk kasus itu, teknik di grub2 ama saja dg grub, intinya mounting ISO, njut njalankan kernel vmlinuz & RAMdisk initrd.lz, Bedanya, kalau di grub kedua file itu diextract (cukup 2 ini saja), kalau yg grub2 bisa lansung dijalankan di tempat mounting-nya (loop). Tapi gak tahu sih, kalau di grub biasanya mount di (hd32), hd32 atau yg lebih besar dari itu dianggap device utk cdrom, atau sekalian bikin 0xFF yg paling besar, terus misalkan diambil dari (hd32)/casper/vmlinuz, mungkin bisa tp blm nyoba. Kan mirip dg (loop)/casper/linuz.

    Teorinya, file2 yg dibutuhkan, contoh konfigurasi, paling tidak utk grub, ada di http://blog.odydasa.web.id/2009/11/09/boot-from-iso-file-on-ufd-hd/
    (Kalau pengen yg bahasa Indonesia, ada menu translate)

  4. sanjati Says:

    nice info bro!tp apakah ini cuma tuk ubuntu thok?kalo tuk distro yg lain bisa gak?

  5. gajah_pesing Says:

    cara memasukkan filenya gimana? pake flashdisk atau pake cd atau disulap?

  6. milisdad Says:

    ada skrip yg mudah?

  7. Agung Says:

    Bisa persistent ga bos

  8. ajengkol Says:

    nyundul komen aja ah
    nggak mudeng aku

  9. maslie Says:

    Wahhh baru tahu kalau sudah ada GRUB v 2. Ketinggalan berita nih…

    Nice inpoh gan!!

  10. itachi Says:

    wah… jadoel banget sih lo :P

  11. Mariska Ayu Says:

    Mariska bingung kak, habis, nggak tahu linux sih.

  12. Harry Says:

    boleh jugalah cara ini, tapi bagi yg baru mo make ubuntu lebih tidak berisiko kalo diburn dulu file isonya, harga cd cuma 1500-2000 per keping dari pada resiko jadi berantakan.lebih baik burn dulu filenya ISOnya. Selebihnya CD ubuntu bisa dipinjamkan ke teman-teman,hitung-hitung memasyarakatkan linux khususnya ubuntu.Ok gitu aja komentar saya. Hidup Linux ! di Indonesia.

  13. endar Says:

    saya pengguna linux pemula nih. mau nanya caranya menanam file iso ke hardisk gimana apakah tidak pakai cd atau flashdisk. saya lebih suka pakai usb bootable praktis nggak kemana mana nggak usah bawa laptop.
    thanks sudah berkunjung di blog saya

  14. Budi Says:

    sip gan, sangat sangat berguna nih :D
    kita jadi bisa nyoba macem2 distro cuma liwat opsi booting :D

    ntar lagi saia coba nih, tenkyu (om) dedi.. :P

  15. Willy Permana Says:

    chmod 777 itu kayaknya overkill :D

    • deanet Says:

      setubuh :lol:

      • deanet Says:

        sudah 777 pake sudo lagi… :mrgreen: :Peace:

        nice post ! ;)

  16. landy Says:

    mas, klo saya mau coba pake iso kubuntu netbook setting di grubnya gimana?

  17. odydasa Says:

    menuentry "Kubuntu netbook ISO"
    { loopback loop /lokasi/dan/nama/file/kubuntu.iso
    linux (loop)/casper/vmlinuz boot=casper iso-scan/file (loop)/preseed/ubuntu.seed quiet splash bootkbd=sg --
    initrd (loop)/casper/initrd.lz
    }

    Itu pertama me-mount iso ke (loop)
    Semua file dibuka dari (loop) tersebut, misalkan folder casper yg berisi vmlinuz (kernel) dan initrd.lz (RAMDrive).

    Kernel membuka seed untuk booting & dilanjutkan proses2 melalui perintah2 di initrd.
    Nah, lokasi & nama file utk kernel & initrd ini kadang berbeda-beda untuk berbagai distro, bahkan ubuntu 9.04 & 9.10 menamai berbeda, tapi yg penting menjalankan keduanya.

  18. deanet Says:

    kalo boot file iso lewat grub sepertinya grub nya membaca device nya sebagai scsi / usb .. soal na ane pernah testing di grub 0.9x vmlinuz ma initrd nya gak mo boot kalo dari cd installer …

    berarti apa kemungkinan vmlinuz dan initrd nya ubuntu yang uda d devel biar load balance jadi scsi atau ide ?

  19. Ody Dasa Fitranto Says:

    Wa… Gak tahu, hehehehe….
    Mungkin konfignya bisa di-copas di sini, sekalian dg keterangan Distro & rilis-nya.

    Tapi aku pakek grub4dos (yg tidak sehandal grub yg asli) rilis 0.4.4 (katrok to…) aja bisa booting banyak ISO kok.

    Tapi sebenarnya booting langsung lewat CD ISO image file konsepnya rumit. Booting lewat floppy image file aja tidak sesimpel yg nampak, dg memanfaatkan memdisk (berisi kernel & initrd untuk menjalankan image file tsb), ataupun me-map-kan file image ke device (fd0) sbg floppy device yg pertama, atau (fd1) untuk yg kedua, kemudian boot lewat perintah chainloader ke device tsb, atau ke kernel-nya image file secara langsung (/io.sys untuk DOS).

    Nah, konsep booting pada CD sendiri, kerumitannya bisa dibaca pada keterangan om Bart (pembuat Bart’s PEBuilder) di http://www.nu2.nu/bootcd/#whatis
    Ada banyak metode, tapi yg paling kompatibel adalah metode Eltorito. Masalahnya gak semua bootable CD pakek cara ini, dan berarti booting langsung dari CD image file (ISO) juga tergantung dari metode booting yg digunakan oleh CD.

    Nah, seperti halnya pada floppy image file, pada ISO juga bisa memanfaatkan kernel & initrd bawaan pada ISO-nya, jika ada. Kedua file tsb jelas tidak bisa diterapkan pada ISO lainnya, pada installer BSD misalkan, apalagi installer Windows gak bakal punya.

    Nah, cara lainnya, seperti juga pada floppy, dg me-map-kan ke device, dan booting lewat chainloader.

    Map ini bisa dg load ke memori mapun dg baca secara “on the fly” ke fisik hadisk (tapi file ISO harus ter-defrag. Baca ini deh: http://blog.odydasa.web.id/2010/03/16/defrag-contiguous-dan-booting-dari-iso-file/), jadi kalau RAM di komputer gede, bisa korbankan memori seukuran ISO file (700 MB misalkan) untuk dipakek loading ISO, berarti ketika sudah booting memori yg digunakan oleh OS adalah yg tersisa.

    Device-nya bisa menggunakan (hd1) untuk hardisk #2. Device untuk CD adalah (hd32) atau yg lebih besar lagi, atau silakan pakek maksimum dg (0xFF).


    title Boot from ISO
    map --mem /path/to/file.iso (hd32)
    map --hook
    chainloader (hd32)

    Kalau mau secara langsung tidak lewat memori, silakan parameter --mem dibusak.
    Kalau mau, bisa juga booting langsung ke kernelnya (misalkan CD untuk instaler DOS, chainloader diarahin ke /io.sys)

    Nah, perintah2 di atas adalah untuk Grub.
    Untuk Grub2?
    Wah, blm pernah coba, tapi sepertinya bisa menggabungkan antara mount di (loop) dg chainloader.

  20. Ody Dasa Fitranto Says:

    Setelah map, jangan lupa untuk mengeset root-nya ke device yg di-map, sebelum menjalankan chainloader, dg perintah

    root (hd32)

    • deanet Says:

      wah ga ngerti pak, tu d bagian mana… uda main chainloader uda expert banget tuh… :gak ngerti mode on

  21. koeshariatmo Says:

    bagus bgt tutorialnya

  22. rtw3 Says:

    Tutorialnya manteb banget, sangat brmanfaat thanks gan tas tutona.

  23. buldanich Says:

    mantab gan, klo berhasil saya minta ijin untuk tulis lang di blog saya ma’lum pemula

    monggo gan…..

  24. sealgreat Says:

    wah… kebetulan sekali,, tp saya mau coba di OS Windows gmn nih… :(

  25. 10 Langkah Cepat Install Linux didalam VirtualBox - Ohdediku Says:

    [...] berniat untuk menginstall permanen kedalam komputer. Ada banyak metode yang digunakan, mulai dari booting dengan metode file ISO yang ditanam di harddisk atau mencoba Virtual Machine. Namun dalam tutorial kali ini saya akan membahas seputar Virtual [...]

  26. Langkah Cepat Install Linux di Virtual BOX « Life Start Here from ICT Says:

    [...] berniat untuk menginstall permanen kedalam komputer. Ada banyak metode yang digunakan, mulai dari booting dengan metode file ISO yang ditanam di harddisk atau mencoba Virtual Machine. Namun dalam tutorial kali ini saya akan membahas seputar Virtual [...]

  27. Arif Says:

    Perlu dicoba nih….

  28. Ade Malsasa Akbar Says:

    Saya butuh ini, Kang. Terima kasih banyak.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 28 other followers

%d bloggers like this: